SUMMER SALE
Get
75% OFF
3-year access
 to all languages and features!
00
:
00
:
00
>>
Tabel Alfabet
Pengucapan
Pengucapan

Penulisan bahasa Jepang

Jika ingin memahami tulisan Jepang, kita perlu mempelajari 3 jenis karakter: karakter Cina, hiragana dan katakana. Contoh: Kalimat di atas di dalamnya mencakup tiga jenis karakter. Artinya adalah "Saya membeli televisi."
Kanji
Hiragana
テレビ
Katakana

Hiragana

Dua jenis karakter ini muncul secara berpasangan, totalnya 46 pasang, setiap pasang mempunyai bunyi yang sama. Di pelajaran selanjutnya Anda dapat mempelajari dua set karakter ini. Hiragana umumnya digunakan untuk mengeja kata-kata Jepang atau untuk mengucapkan karakter Cina. Katakana umumnya digunakan untuk mengeja kata-kata asing.
Sebagai bagian dari kata:
わたし
かばん
Sebagai partikel:

Katakana

Katakana berasal dari aksara kaligrafi Tiongkok. Bentuknya lebih kaku dibandingkan dengan Hiragana. Baik Hiragana dan Katakana dapat digunakan untuk mewakili pengucapan bahasa Jepang. Dan setiap Katakana memiliki kesamaan dengan Hiragana, yang memiliki pengucapan yang sama, dan sebaliknya. Katakana biasanya digunakan untuk mengeja kata-kata asing. Kata-kata dalam daftar di bawah ini semuanya berasal dari bahasa Inggris, oleh karena itu ditulis dalam Katakana.
televisi
テレビ
kopi
コーヒー
kamera
カメラ

Kanji

Kanji berasal dari bahasa Cina. Sebagian besar karakter Cina memiliki beberapa pengucapan, dan beberapa memiliki makna lebih dari satu.
saya
payung
meja
Tips
Furigana adalah kana berukuran kecil yang terletak di dekat karakter yang digunakan untuk menunjukkan pelafalan. Baik, mari kita mulai pelajaran pertama hiragana!
わたし
かさ
つくえ

50 bunyi (Gojūon)

Gojūon ( "50 suara" ) adalah dasar dari pembelajaran bahasa Jepang. Ini adalah "urutan alfabet" bahasa Jepang dan namanya mengacu pada grid 5x10 dimana karakter ditampilkan. Dengan menggunakan tabel Gojūon, Hiragana dan Katakana dapat dipelajari dan dihafal dengan cukup cepat.
Baris
Kolom
Kolom
Kolom
Kolom
Kolom
Baris
ア a
イ i
ウ u
エ e
オ o
Baris
カ ka
キ ki
ク ku
ケ ke
コ ko
Baris
サ sa
シ si
ス su
セ se
ソ so
Baris
タ ta
チ ti
ツ tu
テ te
ト to
Baris
ナ na
ニ ni
ヌ nu
ネ ne
ノ no
Baris
ハ ha
ヒ hi
フ hu
へ he
ホ ho
Baris
マ ma
ミ mi
ム mu
メ me
モ mo
Baris
ヤ ya
(い)
(イ) i
ユ yu
(え)
(エ) e
ヨ yo
Baris
ラ ra
リ ri
ル ru
レ re
ロ ro
Baris
ワ wa
(い)
(イ) i
(う)
(ウ) u
(え)
(エ) e
ヲ wo
ン n
Tips
1. Tabel Gojūon terdiri dari lima kolom dan sepuluh baris. Baris pertama berisi lima vokal Jepang dan mereka dianggap paling penting dari semuanya, karena Hiragana di sembilan baris lainnya diucapkan berdasarkan kombinasi dari konsonan dan lima vokal tersebut.
2. Untuk setiap baris, ini dinamai dengan "Kana" pertama (Hiragana, Katakana). Sebagai contoh, baris pertama disebut "bairs a". Dan untuk setiap kolom, ia juga dinamai dengan Kana pertama (Hiragana, Katakana). Sebagai contoh, kolom pertama adalah "kolom a".
3. Dalam Gojūon, setiap Kana diwakili dalam Hiragana, Katakana dan Romanisasi (Romaji).
Hiragana
Katakana
a
Romaji
4. Romaji adalah tulisan Jepang dalam huruf Romawi demi kemudahan bagi penutur bahasa lain yang tidak mengenal Kana. Selain digunakan secara luas dalam tanda-tanda atau slogan yang ditujukan untuk penutur bahasa lain, Romaji juga merupakan cara yang sangat umum untuk mengetik bahasa Jepang di komputer. Pada tahap awal belajar pelafalan bahasa Jepang, Romaji juga akan sangat membantu.
Terdapat dua Romanisasi yang digunakan saat ini, Sistem Kunrei-shiki dan Hepburn. Mereka sedikit berbeda dalam menandai pembacaan beberapa Kana:
た-Baris
Kunrei-shiki
ta
ti
tu
te
to
Hepburn
ta
chi
tsu
te
to
Sistem Kunrei-shiki sangat teratur dan tradisional dan menjadi yang utama digunakan di Jepang, sebagian besar digunakan di buku pelajaran. Sistem Hepburn adalah refleksi langsung dari pengucapan Kana. Untuk kesederhanaannya dalam memahami pelafalan bahasa Jepang, sistem Hepburn diterapkan secara luas dalam pengajaran bahasa Jepang secara internasional.
(Catatan: LingoDeer menggunakan sistem Hepburn secara default.)
5. Perhatikan pada pengucapan Kana di baris kedua dari belakang (baris ra). Bahasa Jepang "r" adalah non-rhotic. Meskipun diromanisasi sebagai "ra, ri, ru, re, ro", mereka harus diucapkan seperti "la, li, lu, le, lo".
Baris
ラra
リri
ルru
レre
ロro
6. Perhatikan bahwa Kana yang dikurung di baris ketiga terakhir (baris ya) dan baris terakhir (baris wa) sama dengan Kana di baris pertama (baris a).
Baris
ヤya
(い)
(イ)i
ユyu
(え)
(エ)e
ヨyo
ワwa
(い)
(イ)i
(う)
(ウ)u
(え)
(エ)e
オwo
7. Kana terakhir
ンn
di Gojūon biasanya tidak muncul sendiri, melainkan dalam kombinasi dengan Kana lainnya (lihat ke bagian Hatsuon untuk penjelasan lebih rinci). Saat memasukkan pada keyboard, ketik "n" 2 kali untuk "ん".
Selain Gojūon, bahasa Jepang memiliki aturan pelafalan tambahan seperti konsonan bersuara, Yōon, Hatsuon, vokal panjang, dan Sokuon. Masing-masing akan dijelaskan satu per satu sebagai berikut:

Konsonan Bersuara

Terdapat konsonan tanpa suara dan konsonan bersuara dalam bahasa Jepang. Konsonan bersuara dibuat dengan menambahkan dua tanda hubung ke sudut kanan pada bagian yang tidak bersuara seperti pada: "が / ga-row" (dengan konsonan "g"), yang akarnya berasal dari tanpa suara "か / ka-row" (Dengan konsonan "k"); "ざ / za-row" (dengan konsonan "z") dari tanpa suara "さ / sa-row" (dengan konsonan "s"); "だ / da-row" (dengan konsonan "d") dari "た / ta-row" (dengan konsonan "t"); Dan "ば / ba-row" (dengan konsonan "b") "ぱ / pa-row" (dengan konsonan "p") dari "は / ha-row" (dengan konsonan "h"). Tabel konsonan bersuara berikut akan membantu untuk pembelajaran dan menghafal.
( k )
カ ka
キ ki
ク ku
ケ ke
コ ko
( g )
ガ ga
ギ gi
グ gu
ゲ ge
ゴ go
( s )
サ sa
シ si
ス su
セ se
ソ so
( z )
ザ za
ジ zi
ズ zu
ゼ ze
ゾ zo
( t )
タ ta
チ ti
ツ tu
テ te
ト to
( d )
ダ da
ヂ di
ヅ du
デ de
ド do
( h )
ハ ha
ヒ hi
フ hu
へ he
ホ ho
( b )
バ ba
ビ bi
ブ bu
ベ be
ボ bo
( p )
パ pa
ピ pi
プ pu
ペ pe
ポ po

Yōon

Yōon diwakili dalam Hiragana menggunakan Kana apa pun di "い / i-row", seperti き (ki), dikombinasikan dengan や ya 、 ゆ yu 、よ yo. Misalnya, kyo, ditulis sebagai き ょ [kyo], menggunakan versi yo Kana よ yang jauh lebih kecil sebagai subskrip ke き. Format ini juga berlaku untuk dua yang lainnya や dan ゆ.
ki
si
ti
ni
hi
mi
ri
gi
zi
bi
pi
きゅ
kyu
にゃ
nya
ひょ
hyo

Hatsuon

"ん (n)" adalah Kana individu. Ia biasanya tidak digunakan sendiri tetapi dihubungkan dengan Kana lainnya: "Kana + ん", yang disebut dengan Hatsuon. Contohnya adalah sebagai berikut:
日本人(にほ)
nihonjin
Orang Jepang
簡単(か
kantan
Sederhana
便利(べり)
benri
Nyaman,Praktis
Tips
Setelah mengucapkan Kana pertama, secara natural meluncur ke suara "en".

Vokal Panjang

Ketika Kana diikuti oleh vokal yang sama, ini membentuk suara vokal yang panjang. Misalnya, "ka + a" harus diucapkan sebagai "[ka:]". Suara vokal panjang juga berlaku untuk Kana di "e-kolom" diikuti oleh "i" dan Kana di "o-kolom" diikuti oleh "u".
あ/a-column
あ・か・さ・た…
い/i-column
い・き・し・ち…
う/u-column
う・く・す・つ…
え/e-column
え・け・せ・て…
お/o-column
お・こ・そ・と…
Berikut ini adalah beberapa contoh dari vokal panjang:
お母さん(おかさん)
okaasan
Ibu (formal)
小さい(ちさい)
chiisai
Kecil
学生(がくせ)
gakusei
Pelajar
空港(く )
kuukou
Bandara
大きい(お)
ookii
Besar

Sokuon

"っ" diletakkan di antara dua tanda Kana "Sokuon". Tips untuk mengucapkannya adalah untuk membuat perhentian singkat dan tiba-tiba di antara kedua Kana.
学校(がこう)
gakkou
Sekolah
雑誌(ざし)
zasshi
Majalah
喫茶店(きさてん)
kissaten
Kafe
Tips
Perhatikan: Aturan penulisan Romaji untuk Sokuon adalah menggandakan huruf konsonan Kana dengan mengikuti suku kata Sokuon.